Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.
Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya. Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya.
Menata Hati
Belum bisa menerima, Belum bisa menghadapi. Pas buka mata selalu teringat terngiang dan terputar sempurna di kepala dari awal sampai akhir.
Sepertinya hatiku yang tak cukup melar untuk belajar menerima, menghadapi dan menjalani setiap proses yang ada saat ini.
Tapi kalau hati masih belum bisa menerima atau memfilter sesuatu , jadi fungsinya apa ?
Tetiba jadi kepikiran, apa iya salah satu fungsi hati adalah itu ? Kayaknya sih enggak juga.
Lalu saya mencoba membiarkan hati melihat dan merasa dalam kondisi seperti itu, dan aku menyebutnya sebagai kegelapan.
Aku membiarkan dia memilih, memilih untuk terus dalam gelap atau mencari terang atau mencari tenang atau berdamai dengan semua itu.
Lalu kalau ternyata hatiku betah untuk tetap berada dalam gelap, yaudah aku biarin aja.
Aku percaya bahwa hati itu cerdas, hati itu ingin belajar dan mengajar kita.
Karena sebenarnya hati itu ga takut sama gelap, tapi aku yang takut sama gelap.
Hati itu ga takut bergaul dan berdamai dengan ketidaksempurnaan, tapi aku yang takut dengan ketidaksempurnaan.
Dari aku yang sedang mendung ---
Akhir-akhir ini saya banyak merenungkan tentang pilihan-pilihan hidup.Tentang bagaimana aku memilih untuk mengingat kepada seseorang yang sama di ingatan yang paling pertama ketika aku bangun tidur. Adalah sebuah pilihan untuk membangun rumah bersama, bermain bersama, berjalan berdua bersama, mau tinggal atau pergi.
Tuhan menciptakan manusia dengan freewill. Rasanya seperti Tuhan memberikan manusia untuk menikmati kemerdekaan sejati dalam memilih segala sesuatu dalam jalan hidup manusia tersebut. Kemerdekaan sejati untuk mencintai, memiliki, menyayangi maupun membenci.
Bagiku cinta adalah sebuah pilihan, tetapi jatuh kedalamnya bukanlah sebuah pilihan. Sebab jatuh cinta tidak bisa direncanakan. Cinta kadang tidak berujung, tetapi hendaklah ia dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati.
Mengapa begitu, karena apabila kita kerjakan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati kalaupun cinta itu tidak berujung, tidak akan pernah ada rasa menyesal, ketika pun harus berpisah!
Segala sesuatu tidak ada yang kebetulan, segala seuatu bukannya tanpa tujuan. Tidak ada jatuh cinta tanpa tujuan, tidak ada kesedihan tanpa tujuan. Tidak ada bahagia tanpa tujuan. Kalaupun tidak memiliki bukan berarti tidak bahagia. Kalaupun berjarak bukan berarti tidak menikmati keindahan. Karena sesungguhnya bahagia itu muncul saat kita merasa kekurangan, dan menikmati keindahan muncul saat kita bisa menghargai sepi dan hening.
Dan untuk kamu, saya mencintaimu bukan karena suatu hari kita dapat membangun rumah tangga bersama (kalaupun dalam hal ini saya sangat ingin sekali). Saya mencintaimu karena saya sudah lebih dulu dicintai dan ketika aku membagi cinta yang ada padaku kepadamu itu hanyalah bonus.
Saya mencintaimu bukan tanpa ketakutan, sekalipun saya selalu bilang bahwa "saya tidak pernah takut menjalani ini denganmu". Tapi ah sudahlah, semua rasa ini tidak ada yang dapat mendefinisikannya.
Karena saya mencintaimu , dengan semua apa yang ada padamu. Lebihmu , kurangmu.
-Dari aku yang sedang mendung-
Mencari Kekasih
Hei,Aku seorang gadis yang tengah asik bermain
Aku seorang gadis yang tengah asik merajut mimpi
Kemudian tanpa disadari waktu begitu cepat berlalu
Seakan aku kehilangan waktu,
Usia sudah menginjak seperempat abad
Kini waktunya mencari kekasih
Bukan lagi mencari jati diri
Aku mencari kekasih di antara awan-awan
Di tengah gerimis hujan
Bahkan di tengah langit malam
Lalu kemudian aku melihatnya
Dia ada diatas sana, aku mulai tersenyum bahagia
Merasa sudah tenang karena dia ada
Tapi kemudian aku lupa ,bahwa aku harus menjaganya
Bukan malah terlena karena keberadaannya ,lalu lupa untuk melayaninya
Hingga suatu hari aku melihat, bahwa dia sedang merekah
Bersama dengan bidadari lain di atas sana
Hati ini patah, merana dan terluka
Tak bisa kusalahkan juga dia
Karena tak sepenuhnya ini salah dia
Aku yang lupa, aku yang terlena
Mungkin memang tanpa getaran
Menjalani hubungan tanpa getaran itu seperti?
Dan ketidakmengertian ini saya takutkan akan membuat saya menjadi orang yang paling penakut. Saya tidak bisa maksimal mencintai kamu kalau saya masih tidak bisa mengerti jalan pikiranmu.
Tidak mudah
Ia adalah
Batas itu bukan jarak.
Ia hanya seperti kata cukup yang mengisyaratkan sesuatu hanya sampai di sini.
Batas itu kemudian seperti mengingatkan bahwa, ada masa kita pernah bersama.
Mengingatkan kita bahwa kita pernah mencinta tanpa "batas" itu.
Tapi kini semua tak lagi sama.
Kita sesekali masih saling melihat
Sesekali kita masih saling merindu.
Tapi kita tak berani untuk saling bersentuhan.
Kita masih saling menginginkan, tapi tak ada lagi usaha yang sama seperti waktu itu.
Kita masih berdiri di tempat yang sama, tetapi sekedar melambai dari kejauhan pun tidak.
Kita masih melewati tempat yang sama, tapi hanya kenangan yang tersimpan disana.
Batas mungkin akhirnya bisa dikatakan sebagai pemisah.
Yang menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelerai.
Yang kemudian membuat kita belajar untuk merenung dan mengambil waktu.
Tapi ketahui dan sadarilah bahwa batas bukanlah jarak apalagi sampai engkau jadikan sebagai pelarian.
Batas hanyalah sebagian dari kisah hidup kita yang mengatakan cukup, hanya sampai di sini, tidak bisa lagi, tidak sanggup lagi, tidak mampu.
Dan sederet kata "Tidak" lainnya.
Ia adalah "antara" yang membuat kau dan aku akan sama-sama melihat pada hitam mata kita, lalu kita akan berucap dalam hati " sekian dan terima-kasih"

Sunyi dan Sendiri
Tenang. Sunyi. Senyap . Yang ada hanya saya dan buku harian atau layar komputer.
Dalam menghasilkan suatu karya , saya harus berada dalam mood yang tepat sehingga saya bisa mempersiapkan karya tersebut agar lahir dengan apik.
Pertama adalah kesunyian.
Bagi saya di dalam kesunyian ada sebuah kelonggaran disana. Kelonggaran tersebut akan memberikan kelegaan. Barangkali rasanya seperti saat engkau mendapatkan panggilan alam di pagi hari dan mengeluarkannya di dalam toilet. Tentulah rasanya puas dan lega bukan?!
Kedua adalah kesendirian. Belajar untuk tidak takut ketika sendiri adalah hal yang penting. Karena sering kali di dalam kesendirian, banyak orang merasa ditinggalkan, dikucilkan bahkan akhirnya memilih mati bunuh diri. Padahal bagiku kesendirian adalah waktu luang untuk dapat berbicara kepada dirimu dan hatimu. Engkau akan semakin mengenal, memeluk, bahkan juga sesekali berbenah. Tapi sekali lagi bicara soal berbenah, cenderung banyak orang yang tidak siap untuk "menemukan" setumpuk hal-hal kotor di dalam dirinya. Padahal itu juga adalah bagian dari dirinya.
Sering kali orang ketika sadar bahwa bagian-bagian kotor itu harusnya dibenahi , malahan mereka lari dan mencari sesuatu untuk menutupinya atau bahkan menguburnya dalam-dalam. Padahal harusnya bagian itu diperbaiki!
Dan kemudian saya teringat dengan quote sederhana tentang sunyi dan sendiri ,,
well, there's something really rewarding about being alone in a room and writing and feeling like you're doing something really special." - Alex Ebert

Menjaga Hati - 2
Menyelamatkan hubungan yang kandas itu seperti menyelamatkan bangunan yang hampir runtuh.Menjaga Hati
Deskripsi,,,
Berapa banyak tulisan yang telah saya buat tentangmu?Berapa banyak memori yang telah terpakai untuk menyimpan semua tentang kita?
Lalu kemudian saya berpikir sejenak , kapan saya akan berhenti menulis tentangmu , kapan saya akan berhenti berharap tentang kita - Tentu saya tidak tahu jawabannya. Bahkan mungkin saja saya tidak akan pernah berhenti untuk menulis tentangmu, dan didalam kedalaman hati tidak akan pernah berhenti berharap tentang kita.
Kecuali jika rasa ini berubah. Hati ini punah.
Hubungan antara dua insan manusia memang tidak mudah. Mungkin keinginan kita menyatukan dua menjadi satu terlalu terburu. Tetapi sunggu mencintai orang itu sungguh menyebalkan. Banyak hal yang membuat kamu akan mulai berkompromi segala sesuatu dengan mengatasnamakan cinta. Atau sering juga kita kenal dengan cinta itu memang butuh
Jujur saja mungkin tak ada yang bisa mengerti tentang cinta. Tak ada yang bisa mengartikan dan menggambarkan dengan jelas bagaimana cinta itu. Tidak ada yang bisa kecuali kita menuliskannya. Menuliskan apa yang kita rasa , seperti saya lebih banyak menulis tentangmu dan tentang kita daripada mengartikannya kepadamu. Tapi sekali lagi tulisan tak selalu dapat melukiskan dan menyampaikan tentang maksud hati sesungguhnya. Karena bahasa terlalu terbatas.
Tak perlu lagi hamburan kata sayang, pengakuan cinta yang terlalu vulgar. Karena cinta hanya kita yang bisa merasakannya. Jahatnya cinta itu adalah dia terasa diam-diam jauh begitu dalam di hati.
Mungkin kalau kelak aku jatuh cinta lagi, aku tidak mau mengungkapkannya. Aku sebut ini sebagai mencintai secara dewasa.
Hati yang Luka

He is So Good
1 Korintus 15 : 55 - 58"Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut di manakah sengatmu?"
"Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat."
"tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita."
"Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."
Melisa bersyukur bahwa bahan saat teduh hari ini kembali menguatkan dan mengingatkan melisa bahwa Tuhan telah terlebih dahulu menang melewati segala kuasa maut dan badai hidup ini. Jadi kalau melisa merasa lemah dalam menjalani hidup ini, apabila melisa tetap memandang dan berharap hanya kepada Tuhan dan bukan kepada manusia maka Tuhan akan turun tangan dan memberikan jalan keluar.
Melalui nats ini melisa kembali diingatkan bahwa Tuhan memang tidak janji jalan akan selalu rata, ikut Tuhan ga selalu hidup enak, tetapi Tuhan janji bahwa akan selalu memberikan kekuatan untuk dapat melalui setiap badai hidup ini. Sebab hanya kekuatan dan bersandar pada Tuhan sajalah yang akan membuat kita semua mampu untuk tetap berdiri teguh melewati dan menjalani setiap episode-episode kehidupan.
Mungkin saat ini belum kelihatan apa-apa, mungkin saat ini kaya ga terjadi apa-apa, atau mungkin saat ini kelihatannya Tuhan diam saja tidak melakukan apa-apa. Tapi disaat seperti inilah iman percaya kita diuji. Seperti kaya Ayub "Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?"
Tetap berdoa, tetap memandang kepada Tuhan, tetap menyembah dan tetap percaya bahwa Ia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Jangan kasih kendor kalau dalam bahasa anak sekarang.
Aaah, Tuhan sungguh Engkau unik dan penuh kuasa memakai segala hal bahkan hal yang tidak pernah aku pikirkan sama sekali untuk mengingatkan aku kembali kepadaMu.
Sebab kamu tahu, bahwa memilihmu adalah .....
Untuk pria yang sekarang bersamaku.Setiap kali kau bertanya, kenapa kamu ga pilih yang ganteng aja dek? Aku hanya bisa tersenyum dan menggeleng tanpa menjelaskan apapun. Tak lama kemudian kamu akan kembali menanyakan hal yang sama, dengan sedikit perubahan tetapi maknanya sama : Banyak loh diluar sana yang ganteng dek. Lagi-lagi aku hanya tersenyum dan menggeleng tanpa menjelaskan apapun. Lalu kamu kesal sendiri dan mulai membanding-bandingkan dirimu dengan orang-orang yang menurutmu memiliki kelebihan banyak darimu.
Begini, biar kujelaskan biar kamu paham apa yang aku lihat darimu. Kalau kau tidak tampan - menurutku - tentu kini aku tidak akan memilih kamu dan bersamamu. Biar begini - wajahku pun tidak terlalu cantik - tentu aku tetap akan memilih yang tampan - menurutku. Mungkin menurutmu ini terdengar klise. Tapi begitulah yang aku pikirkan. Tampan seorang pria , tidak semata putih kulit, hidung mancung, tubuh tinggi atau segala kelebihan fisik lainnya.
Tidak juga yang memakai mobil atau yang berdompet tebal , seperti yang selalu kamu katakan. Untuk apa berusia tua tetapi cara berpikir dan bertutur kata masih kekanakan? Bukan seperti itu yang aku cari. Percayalah bukan seperti itu. Dan hal-hal seperti itu bukan yang aku cari dari dirimu.
Aku hanya ingin kamu menghargai dirimu. Sungguh, ketampanan seorang pria adalah tentang bagaimana dia bisa menempatkan dan menyadari bahwa dirinya adalah sempurna. Penerimaan atas dirinya sendiri, hal itu jauh lebih sulit dilakukan daripada penerimaan dari orang lain. Yang perlu kamu lakukan hanyalah menerima dirimu, dan percaya bahwa aku menerima dirimu tanpa ada embel-embel dibelakangnya.
Sungguh, aku tidak bodoh saat memutuskan untuk memilihmu. Aku menyukai kamu karena aku menemukan kesederhanaan dalam dirimu. Dan sewajarnya itu sudah menjadi definisi tampan bagiku.
Jangan mempertanyakan lagi. Rawat dan jagalah apa yang kamu miliki. Meski kulitmu tidak lebih putih dari pria lain, hidungmu tidak lebih mancung dari pria lain . Kesemua yang ada pada dirimu sudah membuatmu terlihat tampan, jangan suka merendah lagi.
Sebab kamu tahu, bahwa memilihmu adalah keputusan yang baik yang pernah kulakukan.
-CAM-
Teruntuk Sahabat Baikku
Kamu semakin jauh saja. Jarak seakan merentang tak terkira dan tak terbatas. Kesibukan dari kita masing-masing mulai membunuh kata, suara dan rencana. Kebersamaan ternyata tidak seindah masa-masa remaja dulu. Usia dan pekerjaan mulai merebut hidup kita semua. Semua tiba-tiba menjadi hal-hal yang harus diselesaikan. Kita dipaksa mengabaikan. Kita seakan berubah menjadi manusia yang tak pernah punya waktu senggang untuk lainnya.
Karya Penebusan
Tulisan ini berdasarkan pada Yohanes 9 : 1-11 dengan judul perikop "Orang yang buta sejak lahirnya."About Me
Popular Posts
-
Saat Ku Sendiri Tiada Seorangpun Yang Memperhatikanku Seperti Kau Tuhan Saat Ku Berjalan Dalam Lembah Kelam Ku Percaya Kau S'lalu Ser...
-
indahnya malam ini, tak juga menghibur hati yang luka sakitnya dikhianati orang yang paling dicintai, lebih dari luka inikah yang pantas...
-
Ada seorang anak manusia yang slelau mengeluh kepada Tuhannya, hingga pada suatu hari Tuhan berkenan menampakan diri dihadapannya. “AnakKu...
-
Pernah diputusin pacar? atw mungkin km yg mutusin pacar? klo emank belom psti bakal ngerasain kq.. ahaha.. kalo emank km diputusin ...
-
hhmm, percaya bukan berarti taat .. emank sih kalimat ini mengarah religius.. tapi kali ini gw akan brsaha menjabarkan secara umum, sesuai...
-
Telah lama kucari-cari langkah hidup yang lebih pasti Hidup penuh kemenangan setiap hari Suatu saat Yesus panggilku ‘tuk jadi pekerja Mel...
-
Hhhmm.. Sebentar lagi usia saya 24 tahun. Lalu kemudian saya teringat kepada berbagai permintaan, mimpi, dan target yang akan saya penuhi di...
-
Kematian itu datang tiba-tiba. Papa saya sedang dalam keadaan tidur ketika dia menghembuskan nafas terakhirnya. Memang papa saya sudah sakit...
-
Suatu hari kamu terkejut karena mengetahui bahwa ada seseorang yang menyukaimu. Tapi kamu biasa saja menanggapinya. Bahkan tidak ada sesuat...
-
hhm, klo ngomongin pacaran psti banyak banget bahan yg bs dibahas.. iya khan, secara siapa sih yg gg prnah pacaran (ok mgkin ada yg blm pna...


