Lelaki Bulan Juli

00.37 Memelisa 0 Comments

Kita dipertemukan di hari itu. Pertemuan kita memang sederhana, tidak spektakuler. Hanya bertemu untuk pulang kerja bersama.
Aku melihat kamu, kamu tidak spektakuler. Kamu begitu sederhana. Kamu begitu menarik perhatianku karena mengenakan seragam dinasmu.
Aku memperhatikan setiap gerak yang kamu lakukan, di sepanjang perjalanan kita pulang.
Kemudian kita selalu berbicara sepanjang perjalanan.
Dan selalu berbicara setelah pertemuan itu, dilanjutkan dengan pertemuan pertemuan selanjutnya.

Bagiku kamu seperti magnet ketika tertawa. Tawamu lucu dan meriah bagiku. Ketika bercerita matamu selalu berbinar-binar , kemudian ketika aku turut tertawa bahagia kamu selalu berkata "Seneng lu ya mel, seneng lu ya."

Bagiku bertemu denganmu adalah suatu penantian panjang bagiku. Penantian yang kulakukan dengan doa-doa yang tekun kunaikkan kepada Sang Empunya Kehidupan. Dan kemudian aku tahu bahwa aku jatuh cinta. Dan cinta ini datang begitu tenang.



Aku mengingat kamu sebagai lelaki yang penuh dengan keceriaan. Lelaki dengan gelak tawa yang memperlihatkan seluruh gigi yang berderet-deret. Aku mengingat kamu dengan percakapan-percakapan di telepon hingga menjelang pagi hari. Dan aku ingin kamu mengingat aku sebagai perempuan yang memilih tinggal.

Aku ingin mencintaimu dengan tenang dan tanpa kekhawatiran. Kepada kamu yang aku sebut kekasih, terima kasih untuk perjalanan yang sudah lewat maupun yang akan datang.

 Mulai hari ini dan seterusnya aku hanya mau sayang kamu dengan sungguh-sungguh. Biarlah selalu ada keyakinan yang menyala di dalam cintamu.
Mari bercinta, dalam-dalam, dan sungguh-sungguh!!!!

0 komentar: