Jatuh Cinta atau Nyaman atau Tidak Mau Sendirian atau Kagum Belaka

03.18 Memelisa 0 Comments

Selain "Cinta pada Pandangan Pertama" ada lagi nih ungkapan yang unik "Cinta pada Chatting Pertama". Entah chatting by whatsapp, message, bbm atau melalui akun media sosial lainnya. Apabila mengalami hal seperti ini dinamakan cinta akibat dari perkembangan teknologi komunikasi yang berkembang cukup pesat. Kemampuan berkomunikasi dengan teknologi digital seperti ini membuat kita dapat jatuh cinta kepada lawan bicara meski belum pernah bertemu.

Jadi kronologis nya kira-kira begini "Chatting - Kenalan - Ketemuan - Chatting - Dating - Nyaman - Jatuh Cinta". Di era teknologi komunikasi yang sangat maju seperti sekarang memang memudahkan kita untuk kemudian berinteraksi dengan orang lain, berkenalan kemudian jadi komunikasi intens satu sama lainnya. Bayangkan pada jaman dahulu di jaman papa mama kita menjalin cinta, yang namanya LDR ya bener-bener LDR. Karena jangankan bertemu, untuk dapat ngobrol melalui telpon aja sulitnya minta ampun. Coba sekarang bilangnya aja LDR tapi komunikasi jalan terus, lancar jaya kaya di jalan tol. Sehingga intensitas komunikasi yang terjadi membuat kita tetap merasakan sosok yang selalu menemani kita, kapanpun dan dimanapun kita berada. Kalau kangen ingin lihat wajah yang pasangan ya tinggal "video call" kalo kangen suaranya ya tinggal telpon kalo lagi bosen nunggu sesuatu bisa "chatting".


Nah, tulisan ini tidak ingin membahas tentang LDR atau kemajuan era teknologi komunikasi yang memudahkan para pejuang LDR ya. Tapi di tulisan ini saya ingin membahas tentang ketika kamu baru saja berkenalan dengan seseorang dan kemudian bilang jatuh cinta , "Apakah kamu yakin bahwa kamu benar-benar sedang jatuh cinta ataukah hanya sekedar rasa nyaman ataukah hanya sekedar tidak ingin sendirian?" .

Saya sudah pernah membahas tentang jatuh cinta dan berbagai proses nya di tulisan tulisan saya sebelumnya. Jadi kalau tulisan ini agak mirip-mirip ya harap maklum, karena hal ini tiba2 muncul lagi dalam kepala saya namun dengan konsep yang agak sedikit berbeda.

Setelah mengalami "dating" yang asik maka orang akan mudah sekali menyimpulkan bahwa dirinya sedang jatuh cinta. Kadang sampai terlupakan bahwa ada yang namanya rasa nyaman.
Saya pernah sedikit berdebat dengan salah seorang teman bagaimana menentukan apakah kita benar sedang jatuh cinta ataukah hanya kelewat nyaman ataukah hanya tidak mau sendirian saja .

Karena nyaman itu kadang hanya berbentuk suatu perasaan yang begitu aman sehingga kita tetap merasakan kehadirannya meskipun bukan dalam bentuk fisik, sehingga ingin terus berkomunikasi dengannya . Nyaman itu hanya perasaan takut kehilangan, bukan perasaan ingin menjaga dan membahagiakannya. Nyaman itu perasaan menginginkan seseorang itu tetap ada menemani, tapi tidak ada keinginan untuk memiliki.

Dan parahnya mengapa semakin sulit membedakan antara jatuh cinta dan nyaman adalah karena nyaman itu dapat dirasakan ketika seseorang itu mampu membuat kita tidak pernah kesepian. Nyaman adalah tentang berpikir untuk hari ini saja, tanpa ada gambaran  tentang masa depan bersamanya.

Banyak orang yang akhirnya merasa hebat ketika berbicara bahwa dia dan pasangannya sudah pada tahap sayang dan saling mencintai, namun ternyata mereka cuma tidak ingin merasa sendiri saja.

Saya tidak bisa menghakimi kalau mereka memang benar saling jatuh cinta. Karena seyogyanya saya pun tidak tahu apa yang terjadi dan apa yang mereka saling rasakan. Namun, apakah pandangan pertama saja mampu membuat orang jatuh cinta? Apakah dengan basa-basi di chat kemudian dapat menyimpulkan bahwa dia naksir dan jatuh cinta? Sekali lagi segala kemungkinan kemungkinan itu hanya kamu yang tahu sebab kamu yang merasakan.

Namun kenyataannya, banyak orang bodoh yang tidak bisa membedakan tentang jatuh cinta , nyaman, tidak mau sendirian ataupun cuma kagum belaka. Saya pun begitu.

0 komentar: